HARTA KITA YANG SEBENARNYA

November 19, 2016 2 comments

HARTA KITA YANG SEBENARNYA
oleh: yovi_el faqir_rohman

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqoroh/261)

Sungguh Allah tidak akan menyiakan2 ganjaran orang-orang mukmin. Allah akan melipatgandakan harta orang yang mahu menginfakkan hartanya dijalan Allah, bahkan sampai 700 kali lipat.

Saudaraku sesama muslim, mungkin sebagian diantara kita terlahir dari keluarga yang kaya, yang hidup berkecukupan, sebagian lagi dari keluarga yang sederhana sedikit tapi cukup. Bahkan mungkin dari keluarga yang kurang mampu.
Sesungguhnya harta yang kita miliki sekarang bukannlah milik kita, itu semua hanyalah titipan dari Allah, terkadang harta itu diberikan untuk menguji kita, untuk menjadi orang yang sabar ataw menjadi orang yang syukur.
Banyak orang bisa bertahan ketika di uji Allah dengan kurangnya harta, sebaliknya tidak sedikit orang yang terlena ketika Allah mengujinya dengan banyaknya harta, sebagai contohnya Qorun pada jamannya nabi Musa yang kuci tempat penyimpanan hartanya saja tidak bisa diangkat oleh satu orang. Dia di uji oleh Allah dengan banyaknya harta yang pada gilirannya dia berlaku sombong dan enggan untuk bersyukur lalu Allah menenggelamkan dia dan seluruh hartanya. Marilah kita contoh nabi Sulaiman seorang nabi yang sekaligus raja, ketika Allah berikan harta dan kekuasaan yang besar baginya, beliau mengucapkan
Hazda min fadli robbi liyabluwani aaskuru am akfur (sesungguhnya semua ini dari Allah, untuk mengujiku apakah aku menjadi orang yang syukur atau kufur)
Nabi Sulaiman tahu betul bahwa hanyalah Allah zat yang maha kaya, kita semua hanyalah hamba.

Saudaraku sesama muslim, sesungguhnya harta yang kita miliki adalah titipan Allah. Mobil, rumah, uang dll adalah ujian bagi kita, Jika seandainya kita memiliki uang 1 juta mungkin uang itu dalam waktu satu bulan sudah habis kita belanjakan, tapi jika dari 1 juta itu kita sisihkan 5 ribu saja untuk faqir miskin, maka itulah harta kita yang sebenarnya yang bisa kita nikmati di surga nanti, harta kita yang abadi adalah harta yang kita shodaqohkan kepada mereka yang sangat memerlukannya. Kalaw uang kita yang satu juta mungkin hanya bisa kita nikmati selama satu bulan tapi 5 ribu yang kita sedekahkan bisa kita nikmati selamanya yaitu disurga nanti,sungguh beruntung bagi orang2 yang mahu merenungkan hal ini dan suka bershodaqoh, karena sejatinya dia sedang investasi jangka panjang, menjadikan harta yang hanya titipan dari Allah menjadi harta dia yang sebenarnya. Sehingga tidak berlebihan kalaw kita katakan “orang yang suka bershodaqoh adalah orang yang cerdas dan orang yang berat mengeluarkan uangnya untuk shodaqoh adalah orang yang bodoh”

Sodaraku sesama muslim, bahkan karena besarnya pahala shodaqoh, jika seorang yang sudah mati di ijinkan oleh Allah untuk hidup lagi sebentar niscaya amalan yang bakal dia lakukan adalah shodaqoh.

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

10. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (Al-munafiqun/10)

Coba lihat dari ayat ini, kenapa mereka yang sudah mati tidak berkata “fausholli, atau fa asuumu atau fa ahujju” mengapa mereka tidak milih akan sholat, akan puasa ataw haji, mereka lebih milih shodaqoh, hal ini karena mereka tahu besarnya pahala shodaqoh setelah mereka mati.

Saudaraku, jika kita denger nama hewan kucing, maka sudah tidak asing lagi bagi kita, hewan lucu dan manja kesayangan Rosulullah. Kucing adalah hewan yang hidup dengan kita, mereka sering memelas minta makan kepada tuannya. Banyak juga dari kita yang merasa terganggu dengan seeokor kucing, bahkan tidak sedikit yang membencinya ataw bahkan menyakitinya.

Ketika kita sedang makan, kucing pasti datang mereka menunggu kita, walaupun kita tidak paham bahasa mereka, kita pasti sudah tahu kalau niat mereka adalah minta dikasihani atau mungkin kita yang pura2 tidak tahu. Saudaraku jika seandainya kucing bisa ngomong ataw kita paham bahasa mereka, mereka hanya minta sedikit makan, mereka akan menceritakan kalaw perutnya lapar. Saudaraku coba bayangkan jika seandainnya kita yang berada di posisi kucing, kita hanya sedikit minta makan tapi malah di usir, malah dilempar dengan sepatu, bahkan tidak jarang dari kita yang lebih memilih membuang sisa ikan yang kita makan ketempat sampah walaupun kita tahu kucing sudah menunggunya dari tadi.

Saudaraku sesama muslim tahukan anda, ketika kucing datang ketika kita makan sebenarnya kucing sedang mengajari kita. Mereka mengajari kita beberapa hal.
1. Kucing mengingatkan bahwa dari sebagian harta yang kita makan, ada haknya faqir miskin jangan lupa untuk zakat.
2. Kucing mengajari kita untuk memberi tanpa pamrih tanpa mengharapkan balasan dari yang diberi. Jika kita memberi orang lain mungkin sedikit banyak kita mengharapkan balasan darinya, tapi kalau kita memberi seekor kucing, apa yang bisa kita harapkan dari seekor kucing????
3. Kucing mengajari kita untuk menerima apa adanya, Iklas dan qonaah. Apa yang kita berikan kepada seekor kucing ketika selsai makan, mungkin hanya sisa ikan, kepala ataw durinya tanpa memberinya daging sedikitpun, tapi dengan pemberian itu kucingpun tetap memakannya, mungkin mereka iklas atau mungkin karena sudah tidak kuat menahan rasa laparnya. Sungguh tega sekali jika kita makan ikan lele ples kepalanya kita makan juha tanpa memperdulikan seekor kucing yang menunggu belas kasihan kita.

Oleh karena itu, mari kita belajar hikmah, bahkan dari seekor kucing. Mari kita belajar untuk tidak mengusir kucing ketika dia datang kepada kita. Mari kita belajar shodaqoh darinya.

Tulisan ini saya tutup dengan sebuah cerita didalam kitan Fawaidul Muhtaroh /176. Agar kita menjadi orang yang suka bershodaqoh. Mudah2han bisa diambil hikmahnya.

Ada seorang laki2 yang duduk berdua dengan istrinya di rumahnya, istrinya mempersiapkan makanan berupa ayam panggang kepada suaminya. Ketika mereka berdua mahu makan. Tiba2 ada orang yang mngetuk pintu, ada seorang pengemis yang minta diberikan makan. Mengetahui hal ini, istrinya berkata kepada suaminya “mas bolehkah ayam panggang ini saya shodaqohkan ke pengemis itu??” Suaminya berkata “jangan, enak saja, sudah usir saja pengemis itu, ganggu orang sedang makan saja” akhirnya istrinya hanya bisa patuh kepada suaminya. Setelah kejadian itu rizki suami istri menjadi seret, mereka menjadi orang miskin, suaminnya bangkrut, bahkan tidak punya uang lagi untuk kebutuhanya sehari2, sampai akhirnnya si suami menceraikan istrinya.
Singkat cerita si istri tadi menikah lagi dengan orang lain. Suatu ketika istri tadi sedang duduk dirumahnya dengan suaminya yang baru, mereka akan makan ayam panggang bersama dirumahnya, tiba2 ada yang mengetuk pintu rumahnya. Ada seorang pengemis yang minta diberi makan. Istri tadi berkata kepada suaminya yang baru “apakah boleh ayam ini saya shodaqohkan kepada pengemis itu?” Berbeda dengan suami yang sebelumnya, ternyata suaminya yang baru membolehkan nya, dia berkata “silahkan berikan semua makanan ini kepada pengemis itu!” Istrinya pun taat dan pergi kedepan untuk memberikan semua makanan kepada pengemis tadi. Setelah istriya kembali kepada suaminya, dia menangis, suaminya heran dan bertanya “kenapa istriku, kenapa engkau menangis? Apakah engkau menangis karena memberikan semua makanan kita kepada pengemis tadi?” Istriya menjwab. “Tidak wahai suamiku bukan karena itu, hari ini saya melihat kejadian yang besar, tahukah mas siapa pengemis tadi, dia adalah suamiku yang pertama”. Kemudian suaminya yang baru berkata “wahai istriku, tidakkah engkau mengenaliku, sesungguhnya aku adalah pengemis yang dulu minta2 kerumahmu”😊

Wallahuakalam.

Like fanpage fb
@masail diniyah
@yovielfaqirrohman
😊

Categories: Bacaan Islam

KITA MILIK ALLAH

November 11, 2016 Leave a comment

KITA MILIK ALLAH
oleh: yovi_el faqir rohman
#Santri aswaja😊

Apa yang akan saya bahas kali ini berangkat dari pertanyaan yang sering ditanyakan tentang masalah taqdir, tentu saja saya ulas sesuai dengan akidah ahlu sunnah wal jamaah😊

1. Di Alquran banyak ayat yang berbunyi (innallaha yahdi man yasak wa yudillu man yasak) sesungguhnya Allah yang memberi hidayah kepada orang yang dikehendaki dan menyesatkan orang yang dikehendaki.
Apa maksudnya Allah menyesatkan hambanya???
2. Banyak hadis yang menjelaskan seperti di arbain nawawi bahwa semua yang berlaku didunia ini sesuai taqdir Allah. Lalu dimana letak kebebasan kita untuk memilih?
3. Ada ayat alquran yang menjelaskan kullun fiikitabin mubin. (Segala sesuatu yang sudah terjadi maupun belum terjadi sudah tertulis di lauhul mahfud) bahkan kita masuk surga ataw neraka sudah tertulis di Lauhud mahfud. Lalu jika kita berbuat dosa siapa yang salah?

Sahabatku sesama muslim, sesungguhnya kita milik Allah, Allah berhak menentukan apa saja kepada kita karena kita hanyalah hamba. Bahkan kalau seandainya kita beribadah seumur hidup kita lalu Allah menakdirkan kita untuk masuk neraka, itu sah sah saja bagi Allah dan Allah tidak dholim, karena jika seandaiya kita beribadah seumur hidup kita lalu ibadah itu ditukar dengan nikmat Allah yang sudah diberikan kepada kita selama kita hidup niscaya ibadah itu tidak bisa menyamai nikmat allah yang udah diberikan. bahkan hanya berupa nikmat mata untuk melihat. Didalam hadits sohih riwayat Bhukori Muslim Rosul bersabda: tidaklah manusia itu masuk surga karena amalnya, sahabat bertanya meskipun anda wahai rosulullah? meskipun saya, hanya saja Allah sudah merahmatiku.
Oleh karena itu kita beribadah untuk mendapatkan ridho dan Rahmat Allah. Jangan beribadah hanya bersandarkan dengan amal.
Ibnu Athoillah dalan kitab Al hikam mewanti2 di MAQOLAHNYA yang pertama.
Min alamatil iktimad ala amal nuqsonu roja inda wujudi zalal. (Diantara tanda orang bersandar kepada amal adalah kurangnya harap kepada Allah disisi alam yang fana ini)
Jadi kita masuk surga bukan karena amal tapi karena rahmat Allah akan tetapi salah satu syarat ataw wasilah kita mendapatkan rahmatnya adalah dengan cara melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya. Dalam artian beramal sesuai dengan alquran dan hadits.

Hal inilah yang membedakan aqidah aswaja dengan kaum muktazilah. Dimana kaum muktazilah menyakini bahwa Allah wajib
Melaksanakan ketentuannya untuk memasukkan surga kepada orang2 yang beribadah kepadanya dan memasukkan neraka kepada orang yang berdosa kepadanya. Klaw Allah gak melaksanakan ketentuan yang sudah ditetapkan, berarti Allah dholim. Ini pendapatnya kaum muktazilah.
Maka kaum aswaja menjawab Jika memang seperti itu, orang seperti ini menyembah Allah atau menyembah ketentuan Allah????🤔
Wallahu aklam.

Mulai dari pembahasan dari ketiga pertanyaan diatas👆

Bismillahirrohmanirrohim.
Knpa kok allah menyesatkan hamba berarti allah dolim? Klaw ada orang masuk neraka karena takdir berarti bukan dia yang salah.? 🤔

Hidayah itu diberikan oleh allah kepada orang yang dikhendaki. Allah lah yang memberikan hidayah di alquran nabi saja tidak bisa memberi hidayah. Innaka lan tahdi man ahbabta walakinnallaha yahdi man yasak. Dll
Allah memberikan hidayah tapi kita sendri juga harus maw menjemput hidayah. Logikanya gini hp bisa conek kalaw ada signal yang turun tapi walaupn signaly turun hp tidak akan conek klaw kita tidak maw mengaktifkan hp. Syarat agar hp bisa conek klaw ada signal yang turun terus kita mengaktifkan hpya. Syarat hidayah bisa nyampai, allah memberikannya trus kita menjemputya. Bagaimana mungkin kita dapat hidayah pada saat allah membagikannya pada waktu sepertiga malam tapi kita tidak bangun u sholat tahajud? Bagaimana mngkin kita dapat hidayah allah padahal hidayah allah dijemput saat kita mendtangi majlis ilmi?
Bagaimana mungkin orang kafir mendapat hidayah padahal dia taw klaw nabi itu benar tapi orang kafir ingkar kpadanya.
Artiya kita harus menjmput hidayah. lha hal ini yang disebut dengan irodah juziyyah (dikitab jawahirul kalamiyah) ada irodah juziyah yang diberikan oleh allah kpada kita meliputi (kemauan, kekuasaan, dan akal.) Contoh kita diam2 memukul teman kita ketika teman kita marah trus kita bilang “saya mukul kamu karena sudah ditakdirkan, sudah tertulis dilauhul mahfud” alasan seperti ni tidak bisa dibenarkan kita ndak akan mukul klaw gak ada kemauan, klawpun ada kemauan kita tidak bisa memukul klaw gak ada kekuatan. Kita ada kemauan untuk mukul juga punya kekuatan tapi allah memberi kita akal untuk mempertimbangkan apakah perbuatan itu benar ataw salah, lha ini namanya irodah juziyah(kekuasaan manusia yang sifatya sebagian)
Makanya perbuatan manusia yang salah akan diganjar siksa klaw taat diberi pahala.

Lalu maknanya allah mengatur segala sesuatu gimana? Allah punya irodah kulliyah (klausa prima) memang bener yang membuat kita mukul teman kita adalah kita sendri dengan dibekali oleh allah irodah juziyyah. Tapi kan yang menciptkan tangan dengan otot2y tetap allah yang memberikan kekuatan juga allah, yang memberikan akal juga allah makanya allah disini sebagai klausa prima.

Jadi allah menyesatkan hambanya itu karena mereka diberikan irodah juziyyah tapi mereka mengabaikannya. Mereka tidak maw menjemput hidayah. Makanya allah berfirman hotamallahu ala qulubihim wa ala samihim wa ala absorihim ghisawatu walahum adabun adim.

Lalu bagaimana dengan ayat al quran bahwa segala sesuatu yang kita lakukan maupun yang belum kita lakukan sudah tertulis dilauhul mahfud.? Bahkan jumlah tetesan hujan yang jatuh juga sudah di tulis.

Allah berfirman.
Wa indahu mafaatihul ghoibi la yaklamuha illa huwa. Wa yaklamu ma fil barri wal bahr. Wa ma tasqutu min waroqotin illa yaklamuha wala habbatin fidulumatil ardi wala rotbiw wala yaabisin illa fikitabin mubin.
Dan disisi allah segala pintu yang ghaib, allah mengetahui apa yang didarat maupun dilaut. Tudaklah sesuatu yang gugur dari daun2 mlainkan allah mngetahuiya. Dan tidaklah biji yang jatuh digelapan bumi dan tidaklah seauatu yang basah maupun yang kering melainkan sudah terlulis di lauhul mahfud.

Maksudnya ayat semacam ini gmana? Kita masuk neraka berarti udah tertulis dilauhul mahfud. Kita jadi orang sesat berarti sudah ditakdirkan dan terlulis? Trus klaw kita jadi orang pendosa lalu siapa yang salah?

Sebenarya allah memberi kebebasan kpada kita untuk memilih dengan irodah juziyyah tadi berupa kasab👆cuma allah maha tahu allah maha mengetahui kunci2 yang ghaib bahkan sesuatu yang belum terjadi allah taw. Kita nanti hidup maw milih .kebaikan dan keburukan allah sudah tahu makanya allah sudah menuliskannya di lauhul mahfud. Jadi bukan karena allah menulis terus kita memilih, tapi karena kita memilih dan allah sudah tahu dan allah pun sudah menuliskannya
Contoh kita maw pergi kekondangan trus disana ada makanan sate, rawon dan soto. Allah sudah taw kalaw nanti kita akan milih sate makanya allah sudah menuliskannya dilauhul mahfud. Bukan karena allah menulis terus kita milih sate tapi karena kita memilih dan allah sudah taw lalu sudah menuliskannya.
Note(jangan dibayangkan menulisnya allah seperti menulisnya kita, wallahuakalam)

Lalu klaw allah sudah taw kita akan memilih yang kejelekan kenapa allah tidak merubahnya?
Jawabanya karena kehidupan di dunia ini adalah ujian bagi manusia. Di alquran. Alladi holaqol mauta wal hayata liyabluwakum ayyukum ahsanu amala.
Allah yang menjadikan hidup dan mati untuk menguji kalian siapa yang paling bagus amalnya.

Contoh gini didalam suatu kelas ada mahsiswa ujian mtk. Ketika ujian si dosen keliling melihat mahasiswanya yang ngerjakan soal ketika melewati satu mahasiswa, si dosen taw klaw ada satu mhasiswa menjawab pertayaan 2+2=5 .apakah si dosen tadi bakalan bilang “he jawabanmu salah yang bener 2+2=4 !”
Logikanya gk mungkin si dosen ngasih kunci jawaban. Klaw pun ngasi jawaban lalu dimana letak ujiannya???? Dan klaw seadaiya ngasih kunci jawaban pasti diprotes oleh mahasiswa lain “heeeee ini dosen kok ikut campur mahasiswa ujian!!!”
Tapi klawpun si dosen maw dia bisa aja menggantinya.

Manusia juga seperti itu ,menjalani ujian di dunia allah gk akan ngasih kunci jawaban mana yang haq dan mana yang batil, Allah berikan petunjuk kepada manusia berupa alquran dan hadits lalu Allah biarkan kita memilih kebaikan ataw keburukan karena kita sedang menjalani ujian. Tapi klaupun seandaiy ngasih kunci jawaban allah bisa saja dan itu sangat mudah bagi allah.
Innallha ala kulli syaiin qodir.

Kesimpulannya.
Manusia diberikan irodah juziyyah artinya kebebasan untuk memilih hal ini juga disebut dengan kasab seperti keterangan dikitab fathul majid, tapi tetap klausa prima adalah Allah yang menciptakan dan mengatur segalanya adalah Allah. Wallahu wahidun fi zatihi wa fisifatihi wa fiakmalihi

Wallahu aklam.
Note:
Innallah ala kulli syaiin qodir, (allah maha berkuasa atas segala sesuatu)
Innalaha bikulli syaiin alim. (Allah maha mengetahui segala sesuatu)

Yang paling penting kita beramal dengan menjalankan perintah allah dan menjauhi larangannya dengan mengharap ridhonya. Masalah surga dan neraka itu urusan allah. Nabi ditanya klaw semua itu sudah ditakdirkan lalu mengapa kita tidak pasrah saja. Nabi menjawab ikmaluu fakullun muyassarun lima huliqo lahu.
Beramallah karena segala sesuatu sudah dimudahkan terhadap apa2 yang diciptakan.
Rata2 orang sukses itu karena dia rajin belajar. Sunggh2 dan bekerja keras. 1 banding satu juta orang sukses tapi dianya malas.
Kita ingin dapat ridhonya allah ya kita harus taat dan selalu beribadah kapadanya. Urusanya dimana taqdir kita nanti itu urusan allah. Kita pasrahkan aja kpada allah. Islam itu dari kata aslama yuslimu islaaman artiya mneyerahkan dan pasrah.

Karena allah tuhan kita. Kita milik allah. Kita hanya sebagai hamba pasrahkan saja semua taqdir kita. Kita tetap berusaha.
😊😊😊😊
Wallahuakalam bisshowab

Categories: Bacaan Islam

ISTIQOMAH MENJAGA KEIMANAN

November 11, 2016 Leave a comment

Istiqomah menjaga keimanan.😊
Oleh: yovi_el faqir

Innan nas huliqu bitobaqihim syatta, faminhum yuuladu mukminan wa yahya mukminan wa yamuutu mukminan,-
(Sesungguhya manusia diciptakan oleh Allah dengan keadaan yang bermacam-macam, diantara mereka ada yang dilahirkan dalam keadaan iman, hidup dalam keadaan iman dan mati dalam keadaan iman)
Allahummajalna minhum.

Sungguh sangat beruntung bagi kita karena sudah diberikan nikmat oleh Allah berupa iman kepadanya, bisa kita bayangkan jika seandainya kita terlahir dari keluarga yang non muslim. Kita yang terlahir sebagai muslim harus istiqomah menjaga keimanan kita sampai mati, jangan sampai keimanan kita maw ditukar dengan apapun, apalagi dengan supermi satu kardus. Istiqomah menjaga keimanan merupakan perintah Rosul kepada para sahabat yang pada gilirannya juga kepada seluruh umatnya.
Sahabat bertanya ya rosulallah Qul li fil islam qoulan la asalu anhu ahadan ghoiroka. ( wahai rosul katakan kepadaku suatu perkataan tentang islam yang tidak mungkin aku tanykan selain kepadamu) rosul menjawab qul amantu billahi tsummastaqim (katakan aku beriman kepada Allah, lalu istiqomahlah) HR. Muslim

Sahabatku sesama muslim, mungkin kita semua tahu di Al-Quran surat Yusuf, ketika nabi Yaqub kehilangan anaknya yaitu nabi Yusuf, nabi Yaqub sangatlah sedih sampai kedua air matanya memutih dan menjadi buta. Apakah nabi Yaqub sedih karena kehilangan anaknya? bukan kah seorang nabi sudah mengetahui kalau seorang anak itu hanya ujian dari Allah? Mengapa nabi Yaqub begitu sedih ketika mendengar kematian anaknya? Bukankah nabi yaqub tahu kalaw semua yang bernyawa akan mati dan kembali kepada Allah dan kalaupun nabi yaqub ditinggal mati oleh Yusuf bukankah nanti masih bisa bertemu di surga?

Sesungguhnya nabi Yaqub bukan menangisi kematian nabi Yusuf, karena nabi Yaqub mengetahui bahwa sodara Yusuf telah berbohong, dan beliau tahu kalau anaknya masih hidup, Inilah sebenarnya makna perkataan nabi Yaqub didalam Al Quran, inni aklamu minallahi mala taklamuuna. (Sesungguhnya aku mengetahui dari Allah sesuatu yang tidak kalian ketahui)

Didalam kitab fawaidul muhtaroh karangan habib zain bin ibrahim bin smith, hal 111.
Sesungguhnya nabi yaqub bermimpi bertemu dengan malaikat maut dan ditanyakan kepadanya apakah Yusuf sudah mati? Malaikat maut menjawab “sesungguhnya Yusuf belum mati dan suatu saat nanti kamu akan bertemu lagi dengannya”
Ketika nabi Yusuf dan nabi Yaqub bertemu kembali, nabi Yusuf bertanya kepada ayahnya. “Ya abati lima aksarta ala huzni alayya hattabyaddot ainaka? (Wahai ayahku kenapa engkau sedih karna berita kematianku sampai membuat matamu memutih?)
Awalam takun taklamu annallaha in lam yajmakni bika fiddunnya fasaufa yajmauniy bika yaumal qiyamah? (Bukankah ayah tahu bahwa kalaw allah tidak menyatukan kita didunia maka Allah akan mengumpulkan kita diakhirat nanti?)
Nabi Yaqub menjawab. Ya bunayya inni aklamu dalika, walikinni kuntu haziinan alaika houfan AN TUGHOIYYIRO DIINAL ISLAM fayufarriqullahu baini wa bainaka yaumal qiyamah
(Wahai anakku sesungguhnya aku sudah mengetahui hal itu, akan tetapi sesungguhya saya sedih kehilanganmu karena aku takut ketika engkau jauh denganku engkau tidak lagi menyembah Allah, aku takut engkau tidak beriman lagi kepada Allah dan mati tidak dalam keadaan Islam sehingga di hari kiamat nantu aku tidak bisa bertemu lagi denganmu)

Sahabatku sesama muslim, itulah sebenarya yang dikawatirkan oleh nabi Yaqub, beliau takut jika anaknya tidak istiqomah beriman kepada Allah sampai mati.
Karena dari hadits diatas👆�wa minhum yuuladu mukminan wa yahya mukminan wa yamuutu kaafiron. (Diantara manusia ada yang dilahirkan beriman, hidup beriman tapi ketika mati menjadi kafir)
Naudzu billahi

الاستقامة خير من ألف كرامة
Istiqomah itu lebih baik daripada seribu karomah.

Sahabatku sesama muslim, akhir2 ini di negeri kita banyak masyarakat yang tertipu dengan seseorang berpenampilan alim, berjubah memakai imamah dan sebagainya, mereka bisa menipu orang awam dengan kelebihannya yang bermacam2, bisa menggandakan uang, bisa menyembuhkan, bisa menjandakan 😂dll. Mereka mengaku sebagai seorang wali yang memiliki karomah, tapi kita tidak pernah menyelidiki apakah mereka itu istiqomah dalam beribadah kepada Allah. Sesungguhnya istiqomah itu lebih baik dari seribu karomah. Janganlah tertipu,

Terkadang karamah diberikan justru pada orang tiada baginya istiqamah… Yakni karomah yang merupakan kejadian luar biasa tidaklah berarti bagi orang-orang ahli hakikat sebab karomah yang sesungguhnya bagi mereka adalah istiqamah. Rujukan dan sandaran istiqamah adalah keabshahan iman kepada Allah Azza Wa Jalla dan mengikuti segala yang diajarkan baginda Nabi Muhammad SAW secara lahir dan bathin.

Karenanya Abu Yazid al-Busthami berkata “Bila seorang mampu menggelar sajadah tempat shalatnya diatas air, mampu duduk bersila diudara maka janganlah sesekali kalian tertipu hingga kalian jumpai bagaimana dirinya dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah”. Ditanyakan pada Abu Yazid “Sesungguhnya si Anu mampu berjalan disatu malam menuju Makkah”.

Beliau menjawab “Sesungguhnya syetan mampu berjalan dari ujung timur keujung barat dalam sekejap mata”. Ditanyakan pada Abu Yazid “Sesungguhnya si Anu mampu berjalan diatas air”. Beliau menjawab “Ikan-ikan di air, burung-burung diudara lebih mengherankan ketimbang hal itu”. [ Syarh al-Hikam al-‘Athooiyyah I/126 ].

Wallahuaklam.
Semoga kita semua dilahirkan dalam keadaan beriman kepada Allah, hidup dalam keadaan beriman dan tentu saja mati dalam keadaan Iman. 😊
Allahumma aamiin.

Categories: Bacaan Islam

JANGAN TERPECAH BELAH WAHAI SODARAKU

November 11, 2016 Leave a comment

JANGAN TERPECAH BELAH WAHAI SODARAKU😭
Oleh: yovi_el faqir_rohman
Untuk Negeriku
#save_Indonesia

Indonesia sebuah negeri bagai surga. Jangan sampai kita biarkan negeri ini hancur tanpa sisa.

Ketika seseorang membaca ayat-ayat Al-Quran tentang surga,apa yang terlintas dibenak kita sebuah taman hijau, yang mengalir dibawahnya sungai2 tentu saja keindahan apapun yang kita imajinasikan tidak bisa menggambarkan keindahan surga yang sebenarnya.

Jika ada ungkapan baity jannaty (rumahku surgaku) mengapa tidak pernah kita ucapkan hal yang serupa daulaty jannaty (negeriku adalah surgaku)

Wahai sahabatku, akhi-akhir ini banyak sekali masalah yang terjadi di negeri ini bahkan hampir semua itu memunculkan perpecahan di negeri ini. Indonesia adalah rumah kita, kita hidup disini kita tumbuh besar disini, orang tua kita juga hidup disini, kelak anak-anak dan cucu-cucu kita bakalan hidup disini. Indonesia adalah sajadah kita. Kita beribadah diatas tanah negeri ini. Menjaga negeri ini dari perpecahan sama saja dengan menjaga sajadah kita.
Saudaraku, bagaimana anak dan cucu kita nanti bisa hidup di negeri ini, jika negeri ini tidak aman? Bagaimana kita bisa beribadah dengan khusuk jika negeri ini tidak aman?
Kita hidup di negeri ini dari sabang sampai merauke dengan berbagai macam suku, ras, dan agama. Hal inilah yang membentuk jati diri kita sebagai manusia yang saling menghormati saling santun dan saling melengkapi.
Mungkin ada diantara kita yang memiliki sifat seperti gula rasanya manis, ada yang seperti coklat yang disukai banyak orang, ada yang seperti garam rasanya asin, ada yang seperti tepung tidak ada rasanya, ada yang seperti telur harus dimasak dulu, ada yang seperti cabe banyak yang tidak suka. Dll. Jika ada bahan2 seperti ini, janganlah kita makan satu persatu tapi kita campur jadi satu, kita aduk lalu masukkan oven. jadilah kue yang enak dimakan. Jangan mentang2 kita tidak suka tepung lalu tepung itu kita buang kasihan tepungnya tidak bisa dimakan. Jangan mentang2 kita tidak suka telur lalu telurnya kita buang, kuenya malah gak jadi. Perbedaan terkadang menciptkan keselarasan. Dengan adanya perbedaan muncullah sebuah harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Saudaraku, jangan biarkan negeri ini hancur, jangan jadikan negeri ini seperti negeri-negeri di Timur Tengah yang saling bertikai sesama saudara. Jika terlalu sulit bagi kita untuk menghargai sebuah perbedaan, fikirkanlah bagaimana kehidupan anak cucu kita nanti. Jika terlalu sulit bagi kita untuk mencintai, paling tidak janganlah membenci. Jika terlalu sulit bagi kita untuk menyanyangi, paling tidak jangan memusuhi. Jika terlalu sulit bagi kita untuk memberi, paling tidak jangan merampas haq orang lain.

Saudaraku, jika ada diantara saudara kita yang melakukan kesalahan, ingatkanlah dia dengan cara yang baik, lembutkanlah suara kita. Mungkin kita pernah membaca sejarah bagaimana perbuatan seorang Firaun, yang mengaku sebagai tuhan, yang berlaku dolim kepada bani israil, yang menuduh Musa dan Harun sebagai ahli sihir, yang menghina agama Allah dan kezoliman2 lain yang sangat melampaui batas. Allah tuhan kita tetap menyuruh nabi Musa dan Harun untuk mengingatkan dia tapi dengan perkataan yang lembut. Tidakkah kita baca di Al Quran surat Toha ayat 43 dan ayat 44

اذْهَبَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ

43. Pergilah kamu berdua kepada Fir´aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas;

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

44. maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.

Coba kita renungkan Firaun yang seperti itu masih saja Allah menyuruh nabi Musa dan Harun untuk mengingatkan dengan perkataan yang lembut (qoulan layyina)

Bukan hanya firaun, kaum kafir Quraisy pada jaman nabi Muhammad juga sangat memusuhi rosul. Menghina Rosul, melukai Rosul, melempar Rosul dengan kotoran Unta, menuduh Al Quran sebagai dongeng orang2 terdahulu (assatirul awwalin) tapi ketika mengajak mereka kedalam agama Allah, rosul tetap lemah lembut, bahkan ketika jibbril tidak sabar dengan mereka, Rosul melarangnya untuk membinasakan mereka “sesungguhnya mereka kaum yang belum mengetahui”

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
QS.Ali Imron /159

Saudaraku, jangan sampai kita terpecah belah. Kita harus bersatu.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ
Berpegang teguhlah terhadap tali Allah dan janganlah bercerai berai. Ali-Imron/103

Janganlah menjadi kaum yang radikal, yang suka menyalahkan dan merasa paling benar. Bijaklah dalam melakukan segala sesuatu. Iyyakum walghuluwwa fiddin (hindarilah berlebih-lebihan dalam urusan agama)
Tapi ingat juga jangan menjadi kaum yang liberal yang menganggap halal sesuatu yang haram dan mengharamkan yang halal, yang mengannggap semua agama sama.
Jadilah kaum pertengahan, tidak radikal dan juga tidak liberal. Bukankah sebaik2y perkara adalah pertengahan? (Khoirul umuri awsatuha)

Saudaraku, hargailah perbedaan pendapat. Kebenaran yang mutlak itu hanya milik Allah. Waman asdaqu minallahi qila.
Kita contoh ahlak para salafus sholih. Imam syafie dan imam Malik itu guru dan murid. Mereka berbeda pendapat. Tapi mereka tidak pernah saling menyalahkan, bahkan saling memuji.
Dalam suatu kesempatan Imam Malik berkata
من اراد بمذهب نفيس فعليكم بمذهب احمد ابن ادريس
Barangsiapa yang menginginkan mazhab yang istimewa ikutilah mazhabnya Ahmad bin Idris(imam Syafie)

Mendengar pujian dari gurunya tidak membuat imam Syafie sombong, malah dijawab oleh imam Syafie.
فكيف لا يكون ذالك فكان شيخه مالك
Lha bagaimana itu tidak terjadi lawong gurunya Imam Malik.

Coba lihat ahlak mereka walaupun berbeda pendapat tapi mereka saling memuji.

Saudaraku, janganlah kita maw di adu domba oleh bangsa lain yang ingin menghancurkan Indonesia.
Di suatu bacaan (qiroatul rosyidah) ada sebuah cerita yang berjudul
2 Kucing mancing.
Ada 2 ekor kucing mancing, mereka lama mancing tapi tidak dapat ikan, sampai mereka ngantok. Ketika ngantok salah satu dari mereka dapat ikan, akhirnya 2 kucing ini rebutan, merasa memiliki ikan yang didapat. Mereka rebutan nyaris berantem. Akhirnya datanglah seeokor kera “ada apa ini?” Tanya si kera.
“Ini kami rebutan Ikan”. Jawab mereka. “Udah gak sah berantem, daripada berantem biar saya yang bagi” tawar si kera. “Bagaimana caranya” tanya kucing. “Gini, ikan ini saya bagi menjadi 2, lalu saya timbang jika ikanny berat sebelah maka yang berat saya potong, potonganya langsung saya makan. Sebagai upah si juru bagi”. Jawab si kera. Akhirnya mereka menyetujui usulan kera. Ketika ikanya dibagi 2, si kera sengaja memotong ikanya besar sebelah akhirnya berat sebelah, yang berat dipotong langsung di makan sama sikera, celakanya motongnya kegedean, dtimbang lagi giliran yang satunya yang berat. (Wastamarro qirdu ala dalika walam yabqo fi nihayah illa roksu wa ddanab) terus seperti itu, timbang potong makan, sampai tidak tersisa lagi diakhirnya kecuali hanya tinggal kepala dan ekor. Begitu tinggal kepala dan ekor “syukron hadza laka wa hadza laka” terima kasih ini untukmu dan ini untukmu, lalu kera meninggalkan 2 kucing tadi dengan kenyang.

Sahabatku, jangan sampai kita seperti 2 kucing tadi, yang mahu di bohongi oleh si kera, jangan sampai kita terpecah belah sesama sodara yang sebenarya adalah hasil adu domba dari bangsa lain. Kita saling bermusuhan sesama sodara sampai kita lupa siapa musuh kita sebenarnya. Indonesia tidak boleh bernasib sama seperti negara timur tengah yang terpecah belah menjadi negara kecil2, kemudian Negara2 barat memanfaatkan nya untuk memperoleh keuntungan. Menurut jawa pos sekitar 40% minyak Sudan harus mengalir ke Amerika gratis. Jangan sampai kita seperti mereka.

BERSATULAH WAHAI NEGERIKU. MARI KITA JAGA PENINGGALAN PARA PAHLAWAN YANG TELAH BERJUANG MATI2AN UNTUK MEMPERTAHANKAN NEGERI INI DARI PARA PENJAJAH.

Malang, 10 Nov 2016
🍂Selamat Hari Pahlawan🍂
@yovielfaqirrohman

Categories: Bacaan Islam

KUHABISKAN MASA TUAKU BERSAMA AL-QURAN

October 17, 2016 Leave a comment

KUHABISKAN MASA TUAKU BERSAMA AL-QURAN

Oleh: Yovi Nur Rohman

Jika seandainya seluruh kitab suci semua Agama dimusnahkan dan sudah tidak tersisa lagi satupun kitab suci di dunia ini, niscaya hanya Islam saja yang masih memiliki kitab suci. Hal ini dikarenakan karena hanya Al-Quran saja satu-satunya kitab suci yang dihafal oleh jutaan umat muslim diseluruh dunia. Merupakan bukti kebenaran firman Allah SWT bahwa, Allah akan benar-benar menjaga Al-Quran dari segala bentuk pemalsuan seperti yang terjadi pada kitab-kitab suci sebelumnya yang sudah dipalsukan. Allah berfirman dalam Al-Quran Surat Al-Hijr ayat 9:

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”

Dalam ayat tersebut, Allah menggunakan dhomir mukhattab maal ghoir ((نا yang berarti “kami”, Makna lafad kami dalam ayat tersebut adalah Allah, Malaikat, Rosul dan para penghafal Al-Quran. Atas dasar ini banyak orang muslim termotivasi untuk menghafal Al-Quran dengan mengharapkan ridho Allah. Terlebih lagi Allah memberikan keistimewaan bahwa Al-Quran yang menggunakan bahasa Arab bisa dihafal oleh orang ajam yang tidak menguasai bahasa Arab. Hal ini sudah Allah kabarkan dalam Al-Quran surat Al-Qomar ayat 40.

dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?”

Sering aku berfikir bahwasanya Aku tidak ingin menghabiskan masa mudaku dengan sia-sia. Sewaktu aku masih duduk di kelas SD, aku sering belajar apalagi kalau sudah mendekati Ujian Nasional. Banyak sekali rumus-rumus MTK aku hafal, karna aku takut tidak lulus UN. Selalu terbayang jika seandainya aku tidak lulus UN maka apa yang akan terjadi denganku? orang tuaku pasti akan marah besar, aku pasti sangat malu, mungkin bisa saja aku gak akan mau sekolah lagi. Hal itu membuatku takut sehingga setiap hari aku belajar agar UN aku bisa lulus. Kejadian semacam itu terus aku alami ketika sekolah SMP semakin naik ke jenjang Pendidikan yang lebih tinggi ketakutanku semakin besar, lagi-lagi aku menghafal rumus MTK, Fisika, dan lain-lain dengan harapan mendapatkan nilai yang terbaik serta lulus, sampai SMA pun begitu, dan aku rasa hal seperti itu tidak terjadi pada diriku saja, mungkin semua siswa mengalami hal yang sama. Sebagian dari mereka ada yang jau-jauh hari belajar agar waktu ujian nasional tidak khawatir karna sudah punya bekal buat menghadapinya. Sebagian lagi ada yang setiap hari menghafal mata pelajaran yang akan diujikan sebelum UN dilaksanakan.

Atas dasar ini aku merenungkan satu hal. Bahwasannya di akhirat nanti akan ada ujian yang jauh lebih besar daripada UN yaitu hari pembalasan ketika semua manusia dikumpulkan di padang masyar (Qodirotul jalil). Tidakkah kita ingin belajar untuk menghadapi ujian itu? masihkan kita akan menghafal rumus MTK, Fisika atau yang lainnya agar bisa lulus dalam ujian itu? Bukan rumus MTK yang bisa menjadi bekal dalam ujian itu, ujian yang akan menentukan tempat kita di akhirat (surga atau neraka). Akan tetapi Al-Quran lah yang seharusnya kita hafal agar kita bisa lulus tentu saja dngan ridho allah. Tidakkah kita mahu berusaha belajar dari sekarang untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian itu dengan cara menghafal kalamullah?.

Kalau kita renugkan dari surat Al Asyr, demi waktu manusia akan merugi kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh pertanyaannya adalah apakah kita termasuk dari orang-orang yang merugi? 1 hari ada 24 jam, kalau kita fikirkan berapa jam kah yag kita habiskan untuk tidur? berapa jam waktu yang kita buang sia-sia? untuk facebook, WA, BBM, nonton tv, shoping dan sebagainya. Tidakkah kita mau menyempatkan waktu kita 1 jam saja dalam satu hari untuk menghafal firman allah? kebanyakan orang tidak menyadari kalau dia telah membuang waktunya sia-sia. Mereka tidak menyadari kalau sudah termasuk orang yang di sebut dalam Al-quran surat Al Asyr. Mereka tidak mau menghafal al quran karna merasa tidak mampu, merasa tidak bisa sebenarnya yang membuat tidak bisa itu karna diri mereka sendiri yang tidak mau untuk mencoba, keyakinan bahwa dirinya tidak bisa itulah yang menghalanginya, tidak adanya niat yang kuat dalam mengahafalkan al quran. Berjalan seribu mil tidak akan pernah sampai kalau kita tidak berani mengambil langkah pertama, dan langkah pertama bagi kita dalam hal ini adalah tata niat kita tumbuhkan keyakinan bahwa kita bisa menghafal Al-Quran kalau orang lain bisa mengapa kita tidak?

Ketika kita sudah tua nanti ketika tubuh kita lemah tidak bisa melakukan apa-apa, bukankah akan sangat bahagia dibalik ketidak berdayaan kita, kita habiskan dengan selalu membaca Al-Quran, menuggu kehadiran malaikat maut sambil di temani Al-Quran. Akan tiba suatu masa dalam umur kita ketika kita menyesali masa muda kita yang terbuang sia-sia. Maukah kita menunggu masa itu terjadi, ataukah kita mau mencegah masa itu terjadi, atau kita mau meminimalkan penyesalan kita di masa itu, atau mungkin masa itu sudah terjadi? Belum ada kata terlambat , mari kita beranikan diri mengambil langkah pertama.

 

Categories: Bacaan Islam

Budidaya Cacing dan Pemanfaatannya

April 29, 2015 Leave a comment

Budidaya Cacing dan Pemanfaatannya

Bagaimana kejelasan hukum mengenai budidaya cacing tanah yang dimanfaatkan sebagai bahan campuran obat, makanan ternak, kosmetik dan proses daur ulang sampah organik?

Jawaban

Pemanfaatan cacing tanah untuk campuran obat, kami masih belum berani memberikan jawaban, sebab bangkai cacing itu termasuk najis. Sedang berobat dengan barang najis itu ha-nya diperbolehkan dalam keadaan darurat saja, artinya sudah tidak ada barang yang suci yang dapat dipergunakan untuk mengobatinya. Sedang pemanfaatan untuk kosmetik, maka karena pemakaian kosmetik itu hukumnya tidak darurat, yang jelas tidak boleh mempergunakan benda yang najis.

Pemanfaatan cacing untuk makanan ternak seperti bebek atau lainnya dan untuk daur ulang sampah organik, maka hukumnya boleh, sehingga hukum membudidayakan cacing tersebut juga boleh.

Dasar pengambilan:

Kitab Bulghatus Salik li Aqrobil Masalik juz 2 halaman 6

( قَوْلُهُ لاَ نَفْعَ بِهِ ) اُحْتُرِزَ بِذَلِكَ عَنِ الدُّوْدِ الَّذِيْ بِهِ النَّفْعُ فَإِنَّهُ جَائِزٌ مِثْلُ دُوْدِ الْحَرِيْرِ وَالدُّوْدِ الَّـذِيْ يُتَّخَذُ لِطَعْمِ السَّمَكِ .

(Ucapan mushannif: Sama sekali tidak ada manfaat padanya) harus dijaga dengan ucapan tersebut dari ulat yang ada manfaatnya, maka ulat tersebut adalah boleh dijual seperti ulat sutera dan ulat yang dipergunakan untuk memberi makan ikan.

Categories: Bahtsul Masail

Obat dari segala penyakit

April 21, 2015 Leave a comment

BERJUANG MELAWAN PENYAKIT

Suatu hari dalam suatu rumah sakit terdapat 2 pasien yang dirawat dikamar yang sama, 2 pasien ini memiliki kesamaan, kesamaan nasib, karna dokter telah memvonis keduanya bahwa umur mereka tidak akan lama lagi, katakan saja pasien yang satu bernama mawar dan pasien kedua bernama melati
.
Mawar menderita penyakit yang membuat dia hanya bisa berbaring di rumah sakit tanpa bisa berdiri, belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakitnya, melati juga seperti itu Cuma bedanya setiap waktu makan melati harus duduk dengan dibantu suster, tujuannya agar makanan yang dia telan bisa turun ke lambung .

Kedua pasien ini masih muda, masa depan mereka masih panjang, akan tetapi karna penyakitnya mereka berdua sudah kehilangan harapan untuk hidup, mereka putus asa. Apalagi ketika dokter sudah memvonis bahwa umur mereka tidak lama lagi.

Karna memiliki nasib yang sama mereka berdua menghabiskan waktunya dirumah sakit dengan saling ngobrol, saling menghibur satu sama lain, seperti kebiasaanya sehari-hari, ketika sudah tiba waktu makan, suster menyuapin makanan kepada mawar yang terbaring tidak berdaya, sedangkan melati harus duduk untuk bisa menelan makananya tentu saja dibantu oleh suster.

Suatu hari, si melati yang sedang duduk diatas kasurnya meminta kepada si suster untuk membuka jendela kamarnya ,karna kebetulan jendelanya tidak terlalu tinggi, sehingga hanya dengan duduk si melati bisa melihat keluar, melihat pemandangan yang ada diluar rumah sakit. Semenjak sore itu setiap melati selesai makan . Dia selalu meminta kepada si suster untuk membuka jendela kamarnya, susterpun selalu menurutinya.
Melihat hal ini si mawar pun, penasaran dengan kebiasaan baru melati, akhirnya dia bertanya kepadanya “ wahai melati, sebenarnya apa yang kamu lihat dibalik jendela itu, kenapa setiap hari kamu selalu minta kepada suster untuk membuka jendela? Ceritakanlah kepadaku wahai sahabatku ,apa yang kamu lihat karna sepertinya kamu sangat menyukainya, “ mendengar pertanyaan ini melati tersenyum, sepertinya dia sudah menunggu agar mawar bertanya hal itu, diapun menjawabnya, “wahai sahabatku sesungguhnya dibalik kamar ini terdapat taman yang luas, dan setiap hari di taman itu banyak sekali orang-orang bermain, ada seorang ayah yang bermain dengan anaknya, seorang kakek yang tertawa dengan cucunya, mereka bahagia sekali, sesungguhnya aku sangat senang melihat mereka setiap hari, aku berfikir jika seandainya saja aku bisa seperti mereka pasti aku bahagia sekali, setiap hari aku berjuang melawan penyakitku agar suatu saat nanti aku bisa seperti mereka, aku tidak mahu kehilangan harapan untuk sembuh, aku ingin suatu hari nanti bisa menikah dengan seorang yang sangat kucintai, memiliki anak dan cucu, bahagia sekali jika suatu saat nanti bisa tertawa bersama anak dan-cucuku menghabiskan waktu bersama mereka.
“wahai sahabatku tidakkah engkau mahu seperti mereka ?” melati melihat wajah mawar yang berseri-seri , akhirnya mawarpun berkata “wahai sahabatku maukah kau ceritakan kepadaku apa yang kamu lihat setiap hari, sesungguhnya aku senang sekali mendengar ceritamu, aku juga sangat berharap bisa melawan penyakitku dan bisa hidup seperti mereka.
Akhirnya semenjak sore itu, melati selalu menceritakan kepada mawar apa yang dilihatnya setiap hari dibalik jendela rumah sakit, semakin seringnya melati bercerita semakin bertambah tekad di hati mawar untuk sembuh, perlahan tapi pasti mawar dan melati berjuang melawan penyakitnya, mereka berjuang untuk sembuh, mereka berjuang untuk bisa bersama dengan orang yang mereka cintai, mereka ingin memiliki keluarga dan hidup bahagia bersama mereka. Mawar sangat bersukur dibalik ketidakberdayaanya yang hanya bisa berbaring ,dia memiliki seorang sahabat yang berusaha menghiburnya, disisi lain melati juga sangat senang bisa berbagi kebahagiaan kepada mawar, dia tidak pernah bosan bercerita kepada mawar tentang taman dibalik jendela rumah sakit yang selalu dia lihat setiap sore, bahkan melati selalu menjawab pertanyaan=pertanyaan dari mawar. Sampai pada suatu hari Allah berkehendak lain, melati meninggalkan mawar, orang yang setiap hari menghiburnya telah menghembuskan nafas terakhirnya, tentu saja mawar sedih sekali, dia baru saja memiliki sahabat yang bisa membuatnya bahagia.

Semenjak meninggalnya melati, sudah tidak ada lagi orang yang menghibur mawar tidak ada lagi yang dia jadikan teman berbagi suka dan duka, akan tetapi mawar terus berjuang melawan penyakitnya, dia ingin sembuh, dia ingin melihat sendiri taman dibalik jendela rumah sakit yang selalu diceritakan melati kepadanya dia ingin melihat orang-orang yang bermain di taman itu. Kepergian melati meninggalkan harapan kesembuhan bagi mawar. Dan ternyata keadaan mawar semakin membaik, perlahan tapi pasti mawar berhasil melawan penyakitnya, dokter pun terkejut dengan keadaan mawar yang sudah melewati masa kritis karna sebelumnya umur mawar divonis tidak akan lama lagi, akan tetapi tekad mawar untuk sembuh telah membawa keajaiban, dokterpun semakin yakin bahwa mawar bisa sembuh. Hingga pada akhirnya mawar sudah bisa menggerakkan tubuhnya, dia bisa bangun dari tempat tidurnya, dia bahagia sekali karna perjuangannya melawan penyakitnya tidak sia-sia, dia bersyukur kepada allah karna sudah diberi kesempatan untuk sembuh, sekarang dia bisa melihat sendiri kebahagian orang-orang yang selalu bermain ditaman rumah sakit itu, ketika hari menjelang sore, ketika seorang suster masuk untuk memeriksa keadaannya, ketika dia bisa duduk di atas tempat tidurnya, diapun langsung meminta kepada suster untk membukakan jendela rumah sakit, dia ingin melihatnya, dia ingin melihat taman yang selalu diceritakan oleh melati, dia ingin melihat sesuatu yang selama ini hanya bisa dia bayangkan. Akhirnya susterpun menyanggupi permintaannya , dibukakannya jendela rumah sakit itu. Betapa terkejutnya mawar, ternyata dibalik jendela rumah sakit itu tidak ada apa-apa, yang ada hanya tembok kosong, tidak ada taman besar yang selama ini selalu diceritakan melati kepadanya.
Dengan penuh kekecawaan mawar bertanya kepada suster, “wahai suster dimanakah taman besar yang selama ini selalu diceritakan melati kepadaku, selama ini melati selalu bercerita kepadaku tentang taman itu, setiap sore melati selalu bercerita kepadaku, bahwa dia melihat orang-orang yang bermain dan tertawa di balik jendela ini ? “ mendengar pertanyaan dari mawar susterpun tersenyum “wahai mawar sesunguhnya taman itu tidak pernah ada, yang ada hanya tembok kosong, selama ini melati bercerita seperti itu karna dia hanya ingin memotivasi kamu untuk sembuh, dia tidak mahu kamu menyerah dari penyakitmu, dia ingin kamu berjuang melawan penyakitmu dan akhirnya kamupun sembuh, ketahuilah mawar bahwa sesungguhnya melati sangat baik kepadamu, dia juga sudah berjuang melawan penyakitnya akan tetapi takdir berkata lain, jangan sekali-kali kamu berfikir bahwa dia membohongimu, dia berkata seperti itu karna memang diluar sana ada kebahagian yang bisa kamu raih, kebahagian yang bisa kamu dapatkan dengan cara berjuang melawan penyakitmu, mudah-mudahan kebaikan melati kepadamu membuat dia menemukan kebahagian lain disisi tuhannya mendengar cerita dari suster mawarpun tak kauasa menahan air matanya, fakta bahwa tidak adanya taman dibalik jendela itu tidak membuatnya kecewa, dia bersyukur sudah bertemu dengan melati yang sudah membuatnya menemukan obat dari penyakitnya dia bertekad agar terus berjuang melawan penyakitnya dia ingin sembuh agar apa yang dilakukan melati untuk memberinnya semangat hidup tidak akan pernah sia-sia, sampai pada akhirnya dia bisa keluar dari rumah sakit itu dan menemukan taman keindahan dalam hidupnya, dia menikah ,dan bisa hidup bahagia dengan keuarga kecilnya

Hikmah
“terkadang tekad yang kuat untuk bisa sembuh dari penyakit yang kita derita bisa menjadi obat dari penyakit itu, teruslah berjuang life is so beautiful, tancapkan keyakinan didalam diri bahwa dibalik cobaan yang kita alami, dibalik penyakit yang kita miliki tersimpan suatu keajaiban yang harus kita gali, jika terlalu sulit bagimu untuk peduli terhadap dirimu maka pedulilah dengan orang yang selalu ada untukmu, fikirkanlah kepada orang yang selalu ingin melihat senyummu”

“Ma anzalallahu daa’an illa anzalahu sifaa’an”
“Allah tidak menurunkan penyakit melainkan juga menurunkan obatnya”

Categories: Bacaan Islam