Home > Bacaan Islam > JANGAN TERPECAH BELAH WAHAI SODARAKU

JANGAN TERPECAH BELAH WAHAI SODARAKU

JANGAN TERPECAH BELAH WAHAI SODARAKU😭
Oleh: yovi_el faqir_rohman
Untuk Negeriku
#save_Indonesia

Indonesia sebuah negeri bagai surga. Jangan sampai kita biarkan negeri ini hancur tanpa sisa.

Ketika seseorang membaca ayat-ayat Al-Quran tentang surga,apa yang terlintas dibenak kita sebuah taman hijau, yang mengalir dibawahnya sungai2 tentu saja keindahan apapun yang kita imajinasikan tidak bisa menggambarkan keindahan surga yang sebenarnya.

Jika ada ungkapan baity jannaty (rumahku surgaku) mengapa tidak pernah kita ucapkan hal yang serupa daulaty jannaty (negeriku adalah surgaku)

Wahai sahabatku, akhi-akhir ini banyak sekali masalah yang terjadi di negeri ini bahkan hampir semua itu memunculkan perpecahan di negeri ini. Indonesia adalah rumah kita, kita hidup disini kita tumbuh besar disini, orang tua kita juga hidup disini, kelak anak-anak dan cucu-cucu kita bakalan hidup disini. Indonesia adalah sajadah kita. Kita beribadah diatas tanah negeri ini. Menjaga negeri ini dari perpecahan sama saja dengan menjaga sajadah kita.
Saudaraku, bagaimana anak dan cucu kita nanti bisa hidup di negeri ini, jika negeri ini tidak aman? Bagaimana kita bisa beribadah dengan khusuk jika negeri ini tidak aman?
Kita hidup di negeri ini dari sabang sampai merauke dengan berbagai macam suku, ras, dan agama. Hal inilah yang membentuk jati diri kita sebagai manusia yang saling menghormati saling santun dan saling melengkapi.
Mungkin ada diantara kita yang memiliki sifat seperti gula rasanya manis, ada yang seperti coklat yang disukai banyak orang, ada yang seperti garam rasanya asin, ada yang seperti tepung tidak ada rasanya, ada yang seperti telur harus dimasak dulu, ada yang seperti cabe banyak yang tidak suka. Dll. Jika ada bahan2 seperti ini, janganlah kita makan satu persatu tapi kita campur jadi satu, kita aduk lalu masukkan oven. jadilah kue yang enak dimakan. Jangan mentang2 kita tidak suka tepung lalu tepung itu kita buang kasihan tepungnya tidak bisa dimakan. Jangan mentang2 kita tidak suka telur lalu telurnya kita buang, kuenya malah gak jadi. Perbedaan terkadang menciptkan keselarasan. Dengan adanya perbedaan muncullah sebuah harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Saudaraku, jangan biarkan negeri ini hancur, jangan jadikan negeri ini seperti negeri-negeri di Timur Tengah yang saling bertikai sesama saudara. Jika terlalu sulit bagi kita untuk menghargai sebuah perbedaan, fikirkanlah bagaimana kehidupan anak cucu kita nanti. Jika terlalu sulit bagi kita untuk mencintai, paling tidak janganlah membenci. Jika terlalu sulit bagi kita untuk menyanyangi, paling tidak jangan memusuhi. Jika terlalu sulit bagi kita untuk memberi, paling tidak jangan merampas haq orang lain.

Saudaraku, jika ada diantara saudara kita yang melakukan kesalahan, ingatkanlah dia dengan cara yang baik, lembutkanlah suara kita. Mungkin kita pernah membaca sejarah bagaimana perbuatan seorang Firaun, yang mengaku sebagai tuhan, yang berlaku dolim kepada bani israil, yang menuduh Musa dan Harun sebagai ahli sihir, yang menghina agama Allah dan kezoliman2 lain yang sangat melampaui batas. Allah tuhan kita tetap menyuruh nabi Musa dan Harun untuk mengingatkan dia tapi dengan perkataan yang lembut. Tidakkah kita baca di Al Quran surat Toha ayat 43 dan ayat 44

اذْهَبَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ

43. Pergilah kamu berdua kepada Fir´aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas;

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

44. maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.

Coba kita renungkan Firaun yang seperti itu masih saja Allah menyuruh nabi Musa dan Harun untuk mengingatkan dengan perkataan yang lembut (qoulan layyina)

Bukan hanya firaun, kaum kafir Quraisy pada jaman nabi Muhammad juga sangat memusuhi rosul. Menghina Rosul, melukai Rosul, melempar Rosul dengan kotoran Unta, menuduh Al Quran sebagai dongeng orang2 terdahulu (assatirul awwalin) tapi ketika mengajak mereka kedalam agama Allah, rosul tetap lemah lembut, bahkan ketika jibbril tidak sabar dengan mereka, Rosul melarangnya untuk membinasakan mereka “sesungguhnya mereka kaum yang belum mengetahui”

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
QS.Ali Imron /159

Saudaraku, jangan sampai kita terpecah belah. Kita harus bersatu.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ
Berpegang teguhlah terhadap tali Allah dan janganlah bercerai berai. Ali-Imron/103

Janganlah menjadi kaum yang radikal, yang suka menyalahkan dan merasa paling benar. Bijaklah dalam melakukan segala sesuatu. Iyyakum walghuluwwa fiddin (hindarilah berlebih-lebihan dalam urusan agama)
Tapi ingat juga jangan menjadi kaum yang liberal yang menganggap halal sesuatu yang haram dan mengharamkan yang halal, yang mengannggap semua agama sama.
Jadilah kaum pertengahan, tidak radikal dan juga tidak liberal. Bukankah sebaik2y perkara adalah pertengahan? (Khoirul umuri awsatuha)

Saudaraku, hargailah perbedaan pendapat. Kebenaran yang mutlak itu hanya milik Allah. Waman asdaqu minallahi qila.
Kita contoh ahlak para salafus sholih. Imam syafie dan imam Malik itu guru dan murid. Mereka berbeda pendapat. Tapi mereka tidak pernah saling menyalahkan, bahkan saling memuji.
Dalam suatu kesempatan Imam Malik berkata
من اراد بمذهب نفيس فعليكم بمذهب احمد ابن ادريس
Barangsiapa yang menginginkan mazhab yang istimewa ikutilah mazhabnya Ahmad bin Idris(imam Syafie)

Mendengar pujian dari gurunya tidak membuat imam Syafie sombong, malah dijawab oleh imam Syafie.
فكيف لا يكون ذالك فكان شيخه مالك
Lha bagaimana itu tidak terjadi lawong gurunya Imam Malik.

Coba lihat ahlak mereka walaupun berbeda pendapat tapi mereka saling memuji.

Saudaraku, janganlah kita maw di adu domba oleh bangsa lain yang ingin menghancurkan Indonesia.
Di suatu bacaan (qiroatul rosyidah) ada sebuah cerita yang berjudul
2 Kucing mancing.
Ada 2 ekor kucing mancing, mereka lama mancing tapi tidak dapat ikan, sampai mereka ngantok. Ketika ngantok salah satu dari mereka dapat ikan, akhirnya 2 kucing ini rebutan, merasa memiliki ikan yang didapat. Mereka rebutan nyaris berantem. Akhirnya datanglah seeokor kera “ada apa ini?” Tanya si kera.
“Ini kami rebutan Ikan”. Jawab mereka. “Udah gak sah berantem, daripada berantem biar saya yang bagi” tawar si kera. “Bagaimana caranya” tanya kucing. “Gini, ikan ini saya bagi menjadi 2, lalu saya timbang jika ikanny berat sebelah maka yang berat saya potong, potonganya langsung saya makan. Sebagai upah si juru bagi”. Jawab si kera. Akhirnya mereka menyetujui usulan kera. Ketika ikanya dibagi 2, si kera sengaja memotong ikanya besar sebelah akhirnya berat sebelah, yang berat dipotong langsung di makan sama sikera, celakanya motongnya kegedean, dtimbang lagi giliran yang satunya yang berat. (Wastamarro qirdu ala dalika walam yabqo fi nihayah illa roksu wa ddanab) terus seperti itu, timbang potong makan, sampai tidak tersisa lagi diakhirnya kecuali hanya tinggal kepala dan ekor. Begitu tinggal kepala dan ekor “syukron hadza laka wa hadza laka” terima kasih ini untukmu dan ini untukmu, lalu kera meninggalkan 2 kucing tadi dengan kenyang.

Sahabatku, jangan sampai kita seperti 2 kucing tadi, yang mahu di bohongi oleh si kera, jangan sampai kita terpecah belah sesama sodara yang sebenarya adalah hasil adu domba dari bangsa lain. Kita saling bermusuhan sesama sodara sampai kita lupa siapa musuh kita sebenarnya. Indonesia tidak boleh bernasib sama seperti negara timur tengah yang terpecah belah menjadi negara kecil2, kemudian Negara2 barat memanfaatkan nya untuk memperoleh keuntungan. Menurut jawa pos sekitar 40% minyak Sudan harus mengalir ke Amerika gratis. Jangan sampai kita seperti mereka.

BERSATULAH WAHAI NEGERIKU. MARI KITA JAGA PENINGGALAN PARA PAHLAWAN YANG TELAH BERJUANG MATI2AN UNTUK MEMPERTAHANKAN NEGERI INI DARI PARA PENJAJAH.

Malang, 10 Nov 2016
🍂Selamat Hari Pahlawan🍂
@yovielfaqirrohman

Categories: Bacaan Islam
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: