Home > Agama > Khutbah Jum’at pertamaku

Khutbah Jum’at pertamaku

Khutbah Jum’at pertamaku

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُاَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …

Maasyirol Muslimin Rohimakumulloh
 Selaku khatib Jumat kali ini, izinkanlah saya beRwasiat baik bagi diRi saya pRibadi, maupun bagi hadiRin sekalian, untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan diRi kita kepada Allah Swt. Lebih daRi 50 kali di dalam Al-QuRan Allah Swt beRfiRman: “Ittaqullâh”, beRtakwalah kamu sekalian kepada Allah! Pengulangan yang teRamat seRing ini menunjukkan bahwa, takwa sangatlah penting aRtinya bagi setiap muslim. KaRena hanya dengan takwa kepada Allah sajalah, kita akan dapat hidup bahagia, baik di dunia ini maupun di akhiRat.
Melalui khutbah Jum’at kali ini, saya ingin menyampaikan sebuah mateRi tentang bagaimana kiat membentuk diRi ini menjadi seORang muslim sejati?
Ma’âsyiRal muslimîn Rahimakumullâh…
Saat ini, banyak ORang mengaku diRinya sebagai muslim. Data statistik dunia teRakhiR menunjukan ada 1,7 milyaR lebih di dunia ini jumlah penduduk dunia yang beRagama Islam. Tapi, daRi sekian jumlah yang ada itu, sangat sedikit yang memiliki kepRibadian sebagai seORang muslim. Selebihnya, mempunyai kepRibadian teRpisah (split peRsOnality). ORang semacam ini agamanya saja sebagai muslim, namun, peRilaku, sikap, dan tindakannya sama sekali tidak menunjukkan keislamannya. Kalau demikian adanya, bagaimana Islam dapat menjadi Rahmah? Jika paRa pemeluknya tidak memahami, menghayati dan mengamalkan Islam? PeRsis sepeRti apa yan telah disinggung Oleh Rasulullah Saw:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ (سنن أبي داود: 3745)
Rasulululullah Saw beRsabda: “Suatu saat nanti kalian akan dikeROyOki Oleh beRbagai suku bangsa sepeRti meReka mengeROyOki makanan”. Salah seORang beRtanya: “Apakah kami saat itu minORitas ya Rasululullah?” “Tidak”, jawab Rasulullah, “bahkan kalian saat itu mayORitas, tetapi hanya bagai busa. Allah hilangkan Rasa takut di hati musuh-musuh kalian dan Allah tumbuhkan di dalam hati kalian kehinaan! Lantas ada yang beRtanya: “Kehinaan bagaimana ya Rasululullah?” Nabi pun menjawab: “Cinta dunia dan takut mati”.
Ma’âsyiRal muslimîn Rahimakumullâh…
Lihatlah kOndisi masyaRakat kita saat ini yang beRada dalam keadaan lemah, hina, Rendah diRi, teRbelakang, dan ditimpa beRbagai kRisis maupun peRpecahan. Lengkap sudah segala pendeRitaan yang ada, beRbagai simbOl negatif pun teRsematkan di dada-dada bangsa kita, bangsa yang tidak beRadab dan tidak beRmORal! Padahal dahulu IndOnesia di kenal sebagai bangsa yang sangat santun dan welas asih! Mengapa ini bisa teRjadi? Nyawa manusia lebih Rendah haRganya daRi sekaRung beRas. Hanya kaRena gaRa-gaRa dituduh mencuRi uang sepuluh Ribu Rupiah, seseORang dapat menemui kematiannya. Atau hanya kaRena sepedanya dipinjam tanpa ijin, seseORang beRani membunuh kawan sekeRjanya sendiRi. Di mana-mana keRusakan meRajalela, kebOdOhan, dekadensi mORal dan hal-hal negatif lainnya. IndOnesia telah mengalami kRisis dibeRbagai aspek kehidupan, kRisis multi dimensial!
KOndisi semacam ini tidak mungkin teRus meneRus dibiaRkan. Siapapun yang meRasa sebagai muslim yang memiliki ghiRah (semangat) keislaman, tidak akan meRelakan hal ini. Agama kita bukan agama faRdiyah (individual), tetapi agama pemeRsatu (ummatan wahidah), bahkan satu jasad. Jika sakit salah satu anggOta tubuh, maka yang lain akan meRasakannya. Islam bukan hanya agama ibadah. Tetapi meRupakan the way Of life (jalan hidup) yang paRipuRna, mengatuR segala uRusan dunia-akhiRat. Agama kita mengajak kepada wihdah (peRsatuan), al-quwwah (kekuatan), al ‘izzah (haRga diRi), al-‘adl (keadilan), dan juga kepada jihad (peRjuangan).
Maka, misi Risalah Islam yang Rahmatan lil ‘alamin (Rahmat bagi seluRuh alam) ini beRtujuan untuk membeRikan hidayah (petunjuk) manusia pada agama yang haq, yang diRidhOi Allah. Fungsi Islam yang menyejukkan bagi seluRuh umat manusia ini, tidak mungkin teRwujud, kecuali jika benaR-benaR diamalkan Oleh ORang-ORang yang memiliki kepRibadian, atau mempunyai jati diRi sebagai seORang muslim. KaRenanya, semua itu pasti beRawal daRi diRi, lalu keluaRga, masyaRakat dan lingkungan.
Ma’âsyiRal muslimîn Rahimakumullâh…
Sebagaimana kita tahu, hidup meRupakan suatu peRjalanan daRi satu titik ke titik yang lain, beRanjak daRi gaRis masa lalu, melewati masa kini, untuk menuju masa depan. Masa lalu adalah sebuah sejaRah, masa kini adalah Realita dan masa yang akan datang adalah cita-cita. Sebagai seORang muslim, tentunya kita tidak akan membiaRkan hidup ini sia-sia. Hidup di dunia ini menjadi teRlalu singkat jika hanya dipenuhi dengan keluhan-keluhan, kegelisahan, Rasa pesimis dan angan-angan. Jiwa-jiwa sepeRti itu,tidak menceRminkan jati diRi seORang muslim sejati. Rasulullah Saw beRsabda:
“SeORang muslim tidak akan peRnah ditimpa kecuali kebaikan, apabila ditimpa kejelekan ia beRsabaR, dan jika dilimpahkan kenikmatan ia beRsyukuR.”
SeORang Muslim tidak akan peRnah mengeluh menghadapi kehidupan, kaRena ia telah memiliki kepRibadian yang utuh dalam menghadapi segala macam ujian hidup.
Untuk menjadi pRibadi muslim sejati, sesuai dengan apa yang digaRiskan Oleh Islam, sudah semestinya memiliki sifat-sifat yang sesuai dengan tuntunan Al-QuRan dan Al-Hadits, juga telah dipRaktekkan Oleh paRa Sahabat Nabi maupun salafus shâleh, yaitu pRibadi yang sikap, ucapan dan tindakannya teRwaRnai Oleh nilai-nilai yang datang daRi Allah Swt dan Rasul-Nya. Nilai-nilai teRsebut, jika disedeRhanakan, setidaknya ada sepuluh sifat yang mesti melekat di dalam diRi seORang muslim:
  1. Salâmatul ‘aqîdah (Keyakinan yang benaR)
 Ada enam hal yang membuat seORang muslim yakin teRhadap tujuan peRjalanannya. Iman (yakin) kepada kebeRadaan Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, HaRi akhiR, dan Qadla-QadaR. Sebagaimana Sabda nabi Saw:
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِيمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ
“Nabi Saw beRtanya kepada JibRil As:”BeRitahukan aku tentang iman? JibRil menjawab: “Kamu beRiman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab yang telah dituRunkan-Nya, Rasul-Rasul-Nya, haRi kiamat, dan kamu beRiman kepada takdiR yang baik maupun buRuknya”.
2.    Shihhatul ‘Ibâdah (Ibadah yang benaR)
Ibadah dalam Islam bukan hanya mencakup Ritual keagamaan semata, semisal: shalat, zakat, puasa dan haji, tetapi semua lini kehidupan di dalam memakmuRkan dunia ini yang tidak beRtentangan dengan landasan Al-QuRan dan Sunnah, semisal mencaRi nafkah secaRa halal, beRhubungan baik dengan keluaRga, menuntut ilmu dan lain sebagainya. Sebagaimana fiRmannya:
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (الجمعة: 10)
“Jika shalat telah dilaksanakan, maka beRtebaRanlah kamu di muka bumi, caRilah kaRunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak agaR kamu beRuntung”.
Demikianlah, seORang Muslim haRus memahami aRti ibadah dengan benaR. Ibadah yang benaR lahiR daRi aqidah yang benaR. Ibadah yang benaR adalah ibadah yang membawa pengaRuh bagi diRinya, ORang lain dan melahiRkan ketaqwaan.
3.    Matînul Khulûq (Akhlaq yang kOkOh)
Hal ini sesuai dengan Firman Allah
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ (القلم: 4)
“Dan sesungguhnya kamu benaR-benaR memiliki akhlak yang agung”. (QS. Al-Qalam :4)
4.    Tsaqôfatul FikR (Wawasan pengetahuan yang luas)
Allah Swt beRfiRman:
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ (الزمر: 9)
“Katakanlah: “Apakah sama antaRa ORang-ORang yang mengetahui dengan ORang-ORang yang tidak mengetahui?” Sesunguhnya hanya ORang-ORang yang beRakallah yang dapat meneRima pelajaRan”.
KaRenanya, bagi seORang muslim, mencaRi ilmu pengetahuan meRupakan salah satu kewajiban.
5.    Quwwatul Badân (Tubuh yang kuat)
6.    Al-QudRah ‘ala al-Kasbi (Mampu mencaRi nafkah)
7.    Nâfi’an li GhaiRihi (BeRmanfaat bagi lainnya)
Rosulluloh Bersabda :
خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ وَشَرُّكُمْ مَنْ لَا يُرْجَى خَيْرُهُ وَلَا يُؤْمَنُ شَرُّهُ (رواه أحمد)
“Sebaik-baik kalian adalah ORang yang selalu dihaRapkan kebaikannya dan aman daRi kejahatannya, adapun sebuRuk-buRuk kalian adalah ORang yang tidak dihaRapkan kebaikannya dan tidak aman daRi kejahatannya.” (HR. Ahmad)
8.    HâRisan ‘ala waqtihi (Mampu mengatuR waktu)
9.    MunâzhzhOman fi syu’ûnihi (Mampu mengatuR uRusannya)
10. Mujâhidan linafsihi (BeRjuang melawan hawa nafsu)
Demikianlah sepuluh sifat yang haRus dimiliki Oleh setiap muslim agaR menjadi muslim sejati sebagaimana yang digaRiskan Oleh Al-QuRan dan Sunnah. Hal teRsebut tidak akan kita miliki, kecuali dengan amal usaha yang sungguh-sungguh, melalui pendidikan dan pengaRahan yang intensif secaRa beRkesinambungan dan kOntinyu, hingga akhiR hayat kita. ORang yang memiliki kesepuluh sifat ini, insya Allah dapat diandalkan dalam memikul Misi Risalah Islam. Dengan kesepuluh sifat ini, Islam akan benaR-benaR memancaRkan Rahmatan lil ‘alamin..
Membaca Surat Al ASRI
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Categories: Agama
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: